Pages

Tebak Jodoh (Fiksi)

Pagi tak selamanya indah. Kadang kita bisa terjebak dalam kegalauan hati yang tidak pernah berakhir hingga petang menjemput. Setiap hari selalu kurasakan hening dan selalu hening. Tidak ada satupun jawaban dari langit malam yang datang menghampiriku. Terkadang kita bertanya pada langit, mengapa kau kelamkan hariku dan hatiku? Tapi, lupakan saja pertanyaan itu. Mungkin lebih baik dicari sendiri tanpa harus berharap langit kan menjawabnya.

"Joe, balek yok!" ajak Rio. Dia sudah bersiap-siap dari tadi di atas sepeda motornya.

"Tunggu!" sahut Leo sembari melambaikan tangan ke arah Rio. "Aku masih bisa numpang untuk hari ini, khan?" tanyanya.

"Ya, bolehlah! Ngapain pulak kuajak kau pulang kalau gak barengan? Lagipula kan kita sekos!"

Leo tersenyum. Lumayanlah, pikirnya. Setidaknya dia bisa mengirit ongkos perjalanan dua ribu rupiah setiap harinya. Cuma Riolah sohib terbaik yang pernah Leo temukan selama ini. Tapi, dia bukan bermaksud menilai pertemanan mereka dari segi untung-rugi.

******

"Mil, pinjem catatan Statistikmu, dong! Kemaren tuh aku gak dateng!" ujar Leo.

"Siapa suruh gak dateng? Begadang aja kerjanya!?" ledek Mila acuh. Yudha duduk di sebelah Mila yang sedang asyik membaca buku Harry Potter "Half Blood Prince".

"Please........." Leo memasang tampang memelas. Berlaku seperti pengemis yang meminta belas kasihan. Mila memalingkan badan. Leo pindah tempat duduk.

"Mil???"

"Ya udah, nih kukasih! Tapi besok pagi cepat-cepat kembaliin ya!" perintah Mila setengah marah.

"Oke deh!" ujar Leo sembari mencium rambut Mila. Mila kaget, tapi juga deg-degan. Pasalnya, dia sudah lama menyukai Leo. Tapi, itu semua dia pendam. Dia takut untuk menyatakannya pada Leo. Kayak cerita di sinetron-sinetron aja!

"Leo!" sapa Nadia dari jauh. Leo menoleh, menuju arah suara.

"Yap, Nad! What's up????" tanya Leo. Nadia datang menghampiri.

"Makan siang bareng, yuk!" ajaknya.

"Hmmm.... belum laper, nih!" Leo sedikit mengelak. Nadia langsung merangkul lengan Leo. Leo tak bisa mengelak.

"Oke deh..... Terserah loe ajah." Leo pasrah begitu didekap Nadia. Sebenarnya Leo bukan tipe pria playboy. Tapi dia tak bisa menyangkal bahwa dia selalu merasa deg-degan jika berada di dekat wanita, apalagi dirangkul wanita.

0 comments:

Posting Komentar

KumpulBlogger

Amazon.com